1.Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi kini telah mengubah cara
pandang dan bertindak masyarakat dalam menghabiskan waktu untuk bekerja
dan mengatasi segala permasalahannya. Muncul paradigma baru dalam
masyarakat yang mengekspresikan perubahan baru dalam aktifitas kehidupan
masyarakat sebagai dampak dari kemajuan Teknologi Informasi (TI). Pada
sistem perdagangan dan ekonomi kini muncul e-business, e-trading, dan
e-shop. Pada sistem pemerintahan muncul e-government, e-administration,
e-society, e-health. Pada sistem surat-menyurat muncul e-mail.
Bentuk-bentuk perubahan di atas pada dasarnya merubah aktifitas
masyarakat dalam dunia nyata ke dalam aktifitas dunia maya (aktifitas
dalam dunia internet). Banyak lagi bentuk perubahan lainnya terjadi
dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat yang dibawa oleh kemajuan TI,
tidak terkecuali, dalam dunia pendidikan.
Dampak kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) dalam dunia pendidikan sangatlah luar biasa. Berbagai model
pembelajaran dengan memanfaatkan komputer seperti: e-learning
(electronic learning), Computer Assisted Instruction (CAI), Computer
Based Instruction (CBI), dan e-teaching (electronic teaching) sangat
mungkin menghandle perkembangan dunia pendidikan.
Dengan demikian Dunia pendidikan termasuk yang sangat diuntungkan
dari kemajuan TIK karena memperoleh manfaat yang luar biasa. Mulai dari
eksplorasi materi-materi pembelajaran berkualitas seperti literatur,
jurnal, dan buku, membangun forum-forum diskusi ilmiah, sampai
konsultasi/diskusi dengan para pakar di dunia, semua itu dapat dengan
mudah dilakukan dan tanpa mengalami sekat-sekat karena setiap individu
dapat melakukannya sendiri.
2. TIK di Indonesia.
Indonesia masih tergolong pemula dalam menerapkan TIK.
Namun sebagai pemula tentu kita punya kesempatan berharga untuk belajar
banyak atas keberhasilan dan kegagalan negara-negara maju yang telah
menerapkannya sehingga penerapan pendidikan berbasis TIK di Indonesia
menjadi lebih terarah.Pemerintah Indonesia sudah termasuk cepat dalam
menanggapi kebutuhan dunia pendidikan terhadap TI. Sebagai contoh, pada
pendidikan tinggi (kampus), ketersediaan internet kini semakin meluas,
mulai tersedia teknologi video conference, yang semuanya itu memberikan
penguatan pada proses belajar mengajar dikampus. Demikian juga pada
pendidikan dasar, menengah dan kejuruan, Pemerintah telah membangun
situs pembelajaran e-dukasi.net, penyediaan jardiknas (meski masih belum
menyeluruh) adalah wujud nyata langkah pemerintah dalam membangun
e-education pada dunia pendidikan di tanah air, demikian pula peluncuran
e-book, serta pengembangan e-library pada berbagai perpustakaan
pemerintah maupun perguruan tinggi.
Didalam makalah ini di coba untuk memberikan berbagai
aspek tentang pendidikan berbasis TIK, dimulai dari hal yang mendasar
yakni pengertian, kemudian dilanjutkan dengan model pendidikan berbasis
TIK, media TIK dalam pembelajaran, Komponen utama sistem pendidikan
berbasis TIK, laboratorium virtual, dan strategi penerapan pendidikan
berbasis TIK.
- Isi
1. Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pendidikan berbasis TIK adalah suatu sistem pendidikan
dimana proses pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan sarana
teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam sistem ini interaksi
antara pengajar dan peserta didik tidak harus saling bertatap muka
(bertemu) secara fisik seperti halnya dalam sistem pembelajaran
konvensional, namun mereka bertemu dalam ruang teknologi informasi
(internet) dengan memanfaatkan suatu media yang disebut komputer
Pendidikan berbasis TIK akan mengubah perilaku guru dan peserta didik
dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Guru dan peserta didik harus
sama-sama menguasai instrumen teknologi informasi yang digunakan
didalam pembelajaran sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung.
Tantangan dalam implementasi pembelajaran berbasis TIK
akan terasa sangat berat. Investasi berupa penyediaan insfrastruktur
TIK yang memadai juga menjadi masalah tersendiri. lebih sederhana untuk
mengurangi beban prasyarat implementasi pendidikan berbasis TIK
tersebut, menggunakan jaringan intranet (intranet adalah jaringan
komputer lokal yang merupakan bentuk miniatur dari internet) dan
menggunakan media CD-ROM.
Satu hal yang harus diingat, apapun bentuk yang
diambil dari pendidikan berbasis TIK, harus tetap mengacu pada tujuan
utama yakni memperbaiki secara signifikan kualitas belajar dan
pembelajaran dan juga meningkatkan literasi (perubahan dan perkembangan )
teknologi informasi.
2.Model Sistem Pembelajaran Berbasis TIK
a. Pembelajaran Tidak Sinkron (Asynchronous learning)
Pada model tidak sinkron, proses pembelajaran
berlangsung dimana antara pengajar dan peserta pembelajaran dilakukan
pada waktu yang berbeda. Seorang peserta dapat mengambil materi
pembelajaran pada waktu yang berbeda dengan pengajar memberikan materi
pembelajaran.
b.Pembelajaran Sinkron (Synchronous learning).
Pada model sinkron, proses pembelajaran dilakukan
secara bersamaan, terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta
pembelajaran. Model ini mirip dengan proses pembelajaran konvensional
di kelas, oleh karena itu model pembelajaran sinkron sering disebut
virtual classroom. Interaksi dua arah yang bersifat real time antara
pengajar dan peserta pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan
teknologi teleconference dan chatting.
3. Media Pembelajaran Berbasis TIK
a. Internet
Internet adalah media sesungguhnya dalam pendidikan
berbasis TIK, karena dari perkembangan internet kemudian muncul
model-model e-learning, distance learning, web base learning, dan
istilah pendidikan berbasis TIK lainnya.
b. Intranet
Intranet menjadi alternatif penting sebagai media pendidikan berbasis
TIK, ketika terjadi kendala dalam penyediaan infrastruktur internet.
Karakteristik intranet hampir sama dengan internet, hanya saja untuk
area lokal saja (dalam suatu kelas, sekolah, gedung, atau antar gedung).
c. Mobile Phone / Handphone
Pembelajaran berbasis TIK juga dapat dilakukan dengan menggunakan
media telpon seluler (handphone), karena kemajuan teknologi telpon
seluler maka seseorang bisa mengakses materi pembelajaran, mengikuti
proses pembelajaran melalui telpon seluler. Pembelajaran dengan berbasis
telepon seluler populer disebut M-learning (mobile-learning).
d. CD-ROM/Flash Disk
Media CD-ROM atau flash disk dapat menjadi pilihan apabila koneksi
jaringan internet/intranet tidak tersedia. Materi pembelajaran disimpan
dalam media CD-ROM atau Flash Disk, kemudian dibuka dan dipelajari pada
suatu komputer
4. Komponen Utama dalam Pembelajaran Berbasis TIK
a. Learning Management System (LMS)
LMS merupakan suatu sistem komputer yang dapat
diibaratkan sebagai staff administrasi yang akan mengatur
penyelenggaraan proses pembelajaran seperti Mengelola materi
pembelajaran,merekam aktifitas pembelajaran , melakukan evaluasi dll.
b. Learning Content
Learning content adalah materi pembelajaran itu
sendiri, yang akan disajikan kepada peserta didik. Isi materi harus
dibuat oleh mereka yang punya kompetensi dibidangnya sehingga bisa
dimasukkan ke LMS.
Penyajian content harus mengandung daya tarik sehingga peserta
memiliki minat untuk membaca (mempelajari), mengandung unsur-unsur
animasi, suara, video, interaktif, dan simulasi, namun demikian harus
tetap memperhatikan bandwidth dari internet atau intranet sehingga tidak
terlalu lambat tampil saat dipelajari oleh peserta.
5.Virtual Laboratory
Virtual lab merupakan salah satu learning content yang
berwujud piranti lunak komputer yang dirancang agar seseorang dapat
melakukan aktifitas-aktifitas experiments seperti halnya mereka
melakukan experiments di laboratorium sebenarnya. Ada 2 komponen penting
dalam virtual lab, yaitu: simulasi dan animasi. Simulasi bertujuan
menggambarkan lingkungan nyata dalam suatu sistem. Melalui simulasi
peserta dapat melakukan percobaan dengan cara penggantian nilai
parameter-parameter, sehingga menimbulkan perilaku berbeda terhadap
percobaan yang dilakukan. Perilaku-perilaku berbeda tersebut kemudian
ditampilkan melalui animasi. Hasil-hasil percobaan juga secara otomatis
dapat direkam oleh sistem dan pada akhirnya dapat diambil sebagai
pelaporan.
6. Strategi Pengembangan Pendidikan Berbasis TIK
- Menentukan model pembelajaran berbasis TIK yang akan diselenggarakan.
- Merancang suatu skenario berjenjang atau bertahap dalam menerapkan pendidikan berbasis TIK. Skenario berjenjang yang dimaksud disini adalah bertahap dalam hal jumlah sekolah dan berjenjang dalam menerapkan model pendidikan yang digunakan. Dalam skenario berjenjang terdapat hal-hal berikut yang harus diatur.
- Pengembangan Fundamental Infrastructure. Komponen yang termasuk ke dalam infrastruktur mendasar, antara lain:Penyediaan media internet,PengembanganLMS, Pengembangan Learning Content dan Website Pembelajaran, Percepatan penguasaan TIK dikalangan pengajar (guru) maupun Pengembangan Virtual Laboratory
Tidak ada komentar:
Posting Komentar