Social Icons

Selasa, 22 Oktober 2013

SISTEM PENDIDIKAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (ELEARNING DAN MULTIMEDIA)

1.Kemajuan Teknologi

               Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi kini telah mengubah cara pandang dan bertindak masyarakat dalam menghabiskan waktu untuk bekerja dan mengatasi segala permasalahannya. Muncul paradigma baru dalam masyarakat yang mengekspresikan perubahan baru dalam aktifitas kehidupan masyarakat sebagai dampak dari kemajuan Teknologi Informasi (TI). Pada sistem perdagangan dan ekonomi kini muncul  e-business, e-trading, dan e-shop. Pada sistem pemerintahan muncul e-government, e-administration, e-society, e-health. Pada sistem surat-menyurat muncul e-mail. Bentuk-bentuk perubahan di atas pada dasarnya merubah aktifitas masyarakat dalam dunia nyata ke dalam aktifitas dunia maya (aktifitas dalam dunia internet). Banyak lagi bentuk perubahan lainnya terjadi dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat yang dibawa oleh kemajuan TI, tidak terkecuali, dalam dunia pendidikan.

               Dampak kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan sangatlah luar biasa. Berbagai model pembelajaran dengan memanfaatkan komputer seperti: e-learning (electronic learning), Computer Assisted Instruction (CAI), Computer Based Instruction (CBI), dan e-teaching (electronic teaching) sangat mungkin menghandle perkembangan dunia pendidikan.       


               Dengan demikian Dunia pendidikan termasuk yang sangat diuntungkan dari kemajuan TIK karena memperoleh manfaat yang luar biasa. Mulai dari eksplorasi materi-materi pembelajaran berkualitas seperti literatur, jurnal, dan buku, membangun forum-forum diskusi ilmiah, sampai konsultasi/diskusi dengan para pakar di dunia, semua itu dapat dengan mudah dilakukan dan tanpa mengalami sekat-sekat karena setiap individu dapat melakukannya sendiri.

2. TIK di Indonesia.

               Indonesia masih tergolong pemula dalam menerapkan TIK. Namun sebagai pemula tentu kita punya kesempatan berharga untuk belajar banyak atas keberhasilan dan kegagalan negara-negara maju yang telah menerapkannya sehingga penerapan pendidikan berbasis TIK di Indonesia menjadi lebih terarah.Pemerintah Indonesia sudah termasuk cepat dalam menanggapi kebutuhan dunia pendidikan terhadap TI. Sebagai contoh, pada pendidikan tinggi (kampus), ketersediaan internet kini semakin meluas, mulai tersedia teknologi video conference, yang semuanya itu memberikan penguatan pada proses belajar mengajar dikampus. Demikian juga pada pendidikan dasar, menengah dan kejuruan, Pemerintah telah membangun situs pembelajaran e-dukasi.net, penyediaan jardiknas (meski masih belum menyeluruh) adalah wujud nyata langkah pemerintah dalam membangun e-education pada dunia pendidikan di tanah air, demikian pula peluncuran e-book, serta pengembangan e-library pada berbagai perpustakaan pemerintah maupun perguruan tinggi.

               Didalam makalah  ini di coba untuk memberikan berbagai aspek tentang pendidikan berbasis TIK, dimulai dari hal yang mendasar yakni pengertian, kemudian dilanjutkan dengan model pendidikan berbasis TIK, media TIK dalam pembelajaran, Komponen utama sistem pendidikan berbasis TIK, laboratorium virtual, dan strategi penerapan pendidikan berbasis TIK.

  1. Isi
1. Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi

               Pendidikan berbasis TIK adalah suatu sistem pendidikan dimana proses pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam sistem ini interaksi antara pengajar dan peserta didik tidak harus saling bertatap muka (bertemu) secara fisik seperti halnya dalam sistem pembelajaran konvensional, namun mereka bertemu dalam ruang teknologi informasi (internet) dengan memanfaatkan suatu media yang disebut komputer Pendidikan berbasis TIK akan mengubah perilaku guru dan peserta didik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Guru dan peserta didik harus sama-sama menguasai instrumen teknologi informasi yang digunakan didalam pembelajaran sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung.
               Tantangan dalam implementasi pembelajaran berbasis TIK akan terasa sangat berat. Investasi berupa penyediaan insfrastruktur TIK yang memadai juga menjadi masalah tersendiri.  lebih sederhana untuk mengurangi beban prasyarat implementasi pendidikan berbasis TIK tersebut, menggunakan jaringan intranet (intranet adalah jaringan komputer lokal yang merupakan bentuk miniatur dari internet) dan menggunakan media CD-ROM.
              
               Satu hal yang harus diingat, apapun bentuk yang diambil dari pendidikan berbasis TIK, harus tetap mengacu pada tujuan utama yakni memperbaiki secara signifikan kualitas belajar dan pembelajaran dan juga meningkatkan literasi (perubahan dan perkembangan ) teknologi informasi.

2.Model Sistem Pembelajaran Berbasis TIK

a. Pembelajaran Tidak Sinkron (Asynchronous learning)
               Pada model tidak sinkron, proses pembelajaran berlangsung dimana antara pengajar dan peserta pembelajaran dilakukan pada waktu yang berbeda. Seorang peserta dapat mengambil materi pembelajaran pada waktu yang berbeda dengan pengajar memberikan materi pembelajaran.
b.Pembelajaran Sinkron (Synchronous learning).
               Pada model sinkron, proses pembelajaran dilakukan secara bersamaan, terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta pembelajaran. Model ini mirip dengan proses pembelajaran konvensional di kelas, oleh karena itu model pembelajaran sinkron sering disebut virtual classroom. Interaksi dua arah yang bersifat real time antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi teleconference dan chatting.

3. Media Pembelajaran Berbasis TIK

a. Internet
                  Internet adalah media sesungguhnya dalam pendidikan berbasis TIK, karena dari perkembangan internet kemudian muncul model-model e-learning, distance learning, web base learning, dan istilah pendidikan berbasis TIK lainnya.

b. Intranet
Intranet menjadi alternatif penting sebagai media pendidikan berbasis TIK, ketika terjadi kendala dalam penyediaan infrastruktur internet. Karakteristik intranet hampir sama dengan internet, hanya saja untuk area lokal saja (dalam suatu kelas, sekolah, gedung, atau antar gedung).

c. Mobile Phone / Handphone
Pembelajaran berbasis TIK juga dapat dilakukan dengan menggunakan media telpon seluler (handphone), karena kemajuan teknologi telpon seluler maka seseorang bisa mengakses materi pembelajaran, mengikuti proses pembelajaran melalui telpon seluler. Pembelajaran dengan berbasis telepon seluler populer disebut M-learning (mobile-learning).

d. CD-ROM/Flash Disk
Media CD-ROM atau flash disk dapat menjadi pilihan apabila koneksi jaringan internet/intranet tidak tersedia. Materi pembelajaran disimpan dalam media CD-ROM atau Flash Disk, kemudian dibuka dan dipelajari pada suatu komputer

4. Komponen Utama dalam Pembelajaran Berbasis TIK

a. Learning Management System (LMS)
               LMS merupakan suatu sistem komputer yang dapat diibaratkan sebagai staff administrasi yang akan mengatur penyelenggaraan proses pembelajaran seperti Mengelola materi pembelajaran,merekam aktifitas pembelajaran , melakukan evaluasi dll.

b. Learning Content
               Learning content adalah materi pembelajaran itu sendiri, yang akan disajikan kepada peserta didik. Isi materi harus dibuat oleh mereka yang punya kompetensi dibidangnya sehingga bisa dimasukkan ke LMS.
Penyajian content harus mengandung daya tarik sehingga peserta memiliki minat untuk membaca (mempelajari), mengandung unsur-unsur animasi, suara, video, interaktif, dan simulasi, namun demikian harus tetap memperhatikan bandwidth dari internet atau intranet sehingga tidak terlalu lambat tampil saat dipelajari oleh peserta.

5.Virtual Laboratory
               Virtual lab merupakan salah satu learning content yang berwujud piranti lunak komputer yang dirancang agar seseorang dapat melakukan aktifitas-aktifitas experiments seperti halnya mereka melakukan experiments di laboratorium sebenarnya. Ada 2 komponen penting dalam virtual lab, yaitu: simulasi dan animasi. Simulasi bertujuan menggambarkan lingkungan nyata dalam suatu sistem. Melalui simulasi peserta dapat melakukan percobaan dengan cara penggantian nilai parameter-parameter, sehingga menimbulkan perilaku berbeda terhadap percobaan yang dilakukan. Perilaku-perilaku berbeda tersebut kemudian ditampilkan melalui animasi. Hasil-hasil percobaan juga secara otomatis dapat direkam oleh sistem dan pada akhirnya dapat diambil sebagai pelaporan.

6. Strategi Pengembangan Pendidikan Berbasis TIK

  1. Menentukan model pembelajaran berbasis TIK yang akan diselenggarakan.
  2.  Merancang suatu skenario berjenjang atau bertahap dalam menerapkan pendidikan berbasis TIK. Skenario berjenjang yang dimaksud disini adalah bertahap dalam hal jumlah sekolah dan berjenjang dalam menerapkan model pendidikan yang digunakan. Dalam skenario berjenjang terdapat hal-hal berikut yang harus diatur.
  3. Pengembangan Fundamental Infrastructure. Komponen yang termasuk ke dalam infrastruktur mendasar, antara lain:Penyediaan media internet,PengembanganLMS, Pengembangan Learning Content dan Website Pembelajaran, Percepatan penguasaan TIK dikalangan pengajar (guru) maupun Pengembangan Virtual Laboratory

Tidak ada komentar:

Posting Komentar